Rakor TKPKD Walkot Cimahi Ngatiyana : Jangan Sampai Bantuan Salah Sasaran
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang hadir dan menegaskan bahwa melalui Rakor ini, Pemkot ingin menyamakan persepsi dan mensinergikan langkah untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Cimahi.
"Menurutnya, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan, tidak bisa dikerjakan setengah-setengah," ujarnya.
Ngatiyana menegaskan bahwa masalah kemiskinan bukan hanya soal uang atau pendapatan semata, tetapi mencakup keterbatasan akses ke pendidikan, kesehatan, rumah layak, dan lapangan kerja. Oleh karena itu, Pemkot Cimahi tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.
"Fokusnya harus mengurangi beban pengeluaran warga miskin, menaikkan pendapatan mereka, dan memenuhi kebutuhan dasarnya melalui program yang saling mendukung dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Ngatiyana.
Wali Kota juga menekankan bahwa keberadaan TKPKD memiliki peran strategis untuk memastikan berbagai program yang dilaksanakan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata. TKPKD harus menjadi orkestrator agar program tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.
"Ngatiyana menegaskan lima poin penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, perkuat kerja sama antar perangkat daerah. Ia meminta seluruh dinas tidak saling mengandalkan atau merasa ini tugas satu sektor saja. Semua bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, perumahan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, hingga pelayanan publik memiliki tanggung jawab yang sama sesuai tugas pokok dan fungsi.
Kedua, gunakan data yang valid agar bantuan tidak salah sasaran. Keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas data. Ngatiyana meminta komitmen bersama dalam melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data sesuai kewenangan masing-masing, serta pemanfaatan data yang tersedia secara terintegrasi dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi. Jangan sampai bantuan salah alamat, warga mampu dapat, warga miskin terlewat.
Ketiga, dorong program yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kemandirian masyarakat. Pemkot harus memperkuat akses masyarakat terhadap kesempatan kerja, serta berbagai bentuk dukungan produktif lainnya sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya membuat masyarakat tergantung pada bantuan, tapi harus berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Keempat, tingkatkan efektivitas perencanaan dan penganggaran. Setiap program dan kegiatan harus berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, didukung dengan indikator yang jelas, serta memiliki target dan ukuran keberhasilan yang terukur. Anggaran harus tepat guna, tidak boleh asal habis tapi tidak ada dampaknya bagi penurunan angka kemiskinan.
"Kelima perkuat pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. Setiap masalah harus menghasilkan solusi yang jelas, sehingga Pemkot tahu mana program yang berhasil dan mana yang harus diperbaiki. Evaluasi harus jujur dan objektif demi perbaikan ke depan," tegas Ngatiyana.
Wali Kota Ngatiyana berharap dengan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Cimahi dapat berjalan semakin efektif dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidup masyarakat terus meningkat dan kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh warga Kota Cimahi. (Rustandi)







Posting Komentar