Satpol PP Cimahi Tertibkan PKL di Kawasan Rumah Sakit, Utamakan Pendekatan Persuasif
Penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi salah satu sasaran dalam kegiatan tersebut. Kawasan sekitar RSUD Cibabat dan RS Mitra Kasih menjadi perhatian karena masih terdapat aktivitas perdagangan di trotoar maupun bahu jalan.
Keberadaan lapak di lokasi tersebut dinilai berpotensi menghambat mobilitas kendaraan, mengurangi kenyamanan pejalan kaki, serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama di lingkungan rumah sakit yang membutuhkan akses jalan memadai.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Mokhamad Syamsul Maarif, menegaskan bahwa penertiban bukan bertujuan membatasi mata pencaharian masyarakat. Menurutnya, kegiatan berdagang tetap dapat dilakukan selama tidak melanggar ketentuan dan menggunakan ruang publik sesuai peruntukannya.
"Kami tidak melarang masyarakat untuk berdagang. Namun, aktivitas tersebut harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku. Fasilitas umum seperti trotoar dan badan jalan bukanlah tempat berdagang," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi memilih mengedepankan komunikasi dan musyawarah dibandingkan tindakan represif. Sejumlah pertemuan dan negosiasi dilakukan dengan pihak pengelola rumah sakit serta para pedagang guna merumuskan penyelesaian yang dapat diterima bersama.
"Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, khususnya di sekitar RS Mitra Kasih. Area yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penataan PKL kini terlihat lebih tertib sehingga memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pejalan kaki maupun pengguna kendaraan," kata Syamsul.
Syamsul menyampaikan apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui untuk mewujudkan penataan tersebut. Ia menilai komunikasi yang berkelanjutan dan kesediaan berbagai pihak untuk mencari solusi menjadi faktor penting dalam penyelesaian persoalan PKL di kawasan itu.
"Alhamdulillah, setelah sekian lama berjuang tanpa kenal lelah, melewati berbagai rintangan dan negosiasi yang alot, akhirnya perjuangan panjang dalam menertibkan PKL di depan RS Mitra Kasih membuahkan hasil. Sebuah babak baru dimulai, di mana persoalan yang selama ini menjadi beban bersama akhirnya menemukan titik terang," paparnya.
Ia berharap hasil penataan tersebut dapat dipertahankan melalui kesadaran bersama untuk mematuhi aturan dan menjaga fungsi fasilitas publik. Menurutnya, keberhasilan menciptakan kota yang aman, tertib, dan nyaman tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
" Diperlukan sinergi, komunikasi dua arah, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dukungan warga menjadi energi bagi kami untuk terus melangkah, berbenah, dan berkarya demi kemajuan kota tercinta. Bersama Wargi, Cimahi Mantap, Makin Hepi!" pungkasnya. (**)




Posting Komentar