Sopir Angkot Rajamandala–Cipatat Curhat Langsung ke Kapolsek, Keluhan Jalan hingga Dugaan Pungli Jadi Sorotan
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB, di Kampung Kebon Kelapa RT 01 RW 03, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Cipatat bersama Kanit Binmas Polsek Cipatat AKP Dede Rukmana, Ketua RW 03 Kampung Kebon Kelapa Barkah, Ketua RT 03 Agus, tokoh masyarakat, serta sekitar 30 pengemudi angkot jurusan Rajamandala–Cipatat. Pertemuan berlangsung sebagai wadah komunikasi langsung antara kepolisian dan para sopir, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Dalam forum tersebut, para pengemudi angkot menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari kondisi jalan, keamanan sepanjang jalur trayek, hingga persoalan penumpang dan setoran. Mereka juga berharap patroli kepolisian dapat lebih sering dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan pungutan liar (pungli) dan kemacetan. Berbagai persoalan itu dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan bekerja, keselamatan perjalanan, serta penghasilan para pengemudi setiap harinya.
Kapolsek Cipatat menyimak setiap masukan yang disampaikan para sopir dengan penuh perhatian. Berbagai keluhan dicatat untuk menjadi bahan evaluasi, sementara persoalan yang dapat ditanggapi langsung dibahas bersama dalam pertemuan tersebut. Melalui pendekatan dialogis ini, Polsek Cipatat berupaya memahami kondisi nyata di lapangan sekaligus mencari langkah penyelesaian yang sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan masyarakat.
Kompol Dwi Meirani Sri Andriani Sapin juga mengajak para pengemudi angkot untuk berperan aktif menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Para sopir diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan tindak kriminalitas, dugaan pungli, atau kejadian menonjol di sepanjang jalur Rajamandala–Cipatat. Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu kepolisian mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Selain membahas keamanan, pertemuan tersebut turut menekankan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Para pengemudi diharapkan selalu mematuhi aturan, menjaga kondisi kendaraan, mengutamakan keselamatan penumpang, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan pengguna jalan lainnya. Sinergi antara sopir angkot, masyarakat, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan suasana lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman,"ujarnya.
Para pengemudi angkot menyambut positif kegiatan Jumat Curhat tersebut. Mereka merasa mendapat kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada pimpinan Polsek Cipatat tanpa harus menunggu terjadinya persoalan yang lebih besar. Para sopir juga menyatakan komitmennya untuk tertib berlalu lintas dan membantu kepolisian memberikan informasi apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan di jalan raya.
"Kapolsek Cipatat berharap program Jumat Curhat dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, termasuk para pengemudi angkutan umum yang setiap hari beraktivitas di jalan. Melalui komunikasi terbuka, tindak lanjut terhadap keluhan, serta kerja sama menjaga keamanan, situasi kamtibmas di jalur Rajamandala–Cipatat diharapkan tetap kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya membangun pelayanan kepolisian yang lebih dekat, responsif, dan mengedepankan kebutuhan masyarakat," tandss tandas Kompol DMS Andriani.(Rustandi)






Posting Komentar