Wakili Wali Kota Cimahi, Aspem Titip Tiga Pesan di Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cimahi, Hendra Gunawan menyampaikan bahwa setiap manusia pasti ingin mendapatkan penghormatan terbaik dalam kehidupan, namun pertanyaan pentingnya adalah apakah kita juga sudah mempersiapkan diri untuk memberikan penghormatan terakhir yang terbaik kepada saudara kita ketika meninggal dunia.
"Menurutnya, dalam agama Islam merawat jenazah bukan sekedar pekerjaan teknis, melainkan bentuk ibadah dan penghormatan terakhir kepada sesama manusia sekaligus wujud nyata kepedulian sosial. Mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan hingga mengantarkan ke pemakaman membutuhkan pengetahuan agama dan keterampilan praktis yang benar sesuai syariat Islam," kata Hendra.
Hendra menilai kegiatan ini adalah upaya menyiapkan masyarakat yang lebih peduli, lebih siap, dan lebih kuat dalam gotong royong, ke depan ilmu pemulasaran jenazah tidak hanya dikuasai segelintir orang, tetapi bisa berbagi kepada yang lainnya.
Hendra menggambarkan betapa berartinya kehadiran warga yang tulus membantu ketika sebuah keluarga sedang berduka, menuntun proses pemulasaran dengan benar dan memastikan almarhum diperlakukan secara terhormat.
"Itulah wajah masyarakat yang diinginkan, yang tidak hanya hadir dalam kegembiraan tetapi juga saling menguatkan dalam kesedihan," ujar Hendra.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tiga pesan khusus yang dititipkan Wali Kota Cimahi Ngatiyana agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial atau sekedar menggugurkan kewajiban.
Pesan pertama, pahami ilmunya dan praktikkan dengan benar. Jangan ragu bertanya kepada para pembimbing yang telah hadir, pastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai tuntunan syariat Islam dengan menjunjung tinggi kebersihan, kerahasiaan, dan martabat jenazah.
Pesan kedua, bangun kepedulian di lingkungan masing-masing. Ilmu yang didapat hari ini harus menjadi bekal untuk membantu keluarga, tetangga, dan masyarakat, serta mendorong terbentuknya warga yang siap membantu dan bergotong royong ketika dibutuhkan.
"Dan pesan ketiga, jadilah penggerak kebaikan. Bagikan pengetahuan ini kepada masyarakat yang lebih luas, jangan biarkan keterampilan ini hanya dikuasai segelintir orang. Pemerintah Kota Cimahi tentu menyambut baik inisiatif masyarakat yang memperkuat nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong," pungkas Hendra. (Rustandi)







Posting Komentar