Warga Cibogo Dapat Layanan Pengobatan Paru-Paru Gratis, Polsek Lembang Turut Lakukan Monitoring
Program yang berasal dari Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan setempat ini menyasar warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita tuberkulosis (TB) maupun mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan bertempat di wilayah RT 01 RW 03, Desa Cibogo. Pelayanan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal terkait kesehatan paru-paru, khususnya bagi masyarakat yang berisiko terpapar TB.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Cibogo, Aiptu Indrawan, melaksanakan monitoring untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran personel kepolisian juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program pelayanan masyarakat di bidang kesehatan.
Pelaksanaan program ini berada di bawah tanggung jawab dr. Haji Taufik selaku Kepala Puskesmas Cikole. Melalui layanan kesehatan tersebut, warga yang memiliki kontak erat dengan kasus TB atau mengalami gejala terkait diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur medis.
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, pemeriksaan terhadap warga yang berisiko menjadi langkah penting untuk mendukung deteksi dini, memperoleh diagnosis yang tepat, serta membantu mencegah penularan lebih lanjut melalui penanganan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Kapolsek Lembang, AKP Bambang Haryono, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan keluarga, terutama apabila mengalami gejala yang perlu diperiksakan.
"Kapolsek juga mengajak masyarakat agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan yang mengarah pada TB atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita. Pemeriksaan dan pengobatan perlu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tenaga medis, disertai kepatuhan terhadap anjuran pengobatan apabila telah didiagnosis," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara instansi kesehatan, pemerintah setempat, dan unsur kepolisian, program ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit TB. (Rustandi)







Posting Komentar