Kematian Siswa SMPN 26 Bandung: Dugaan Perundungan Berujung Tragedi
Kota, Bandung, Suara Pakat.Com- Kota Bandung kembali diuji dengan kematian seorang siswa SMPN 26 Bandung yang ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2/2026). Dugaan kuat praktik perundungan yang berlarut-larut disebut menjadi latar belakang tragedi tersebut.
Korban berinisial ZAAQ sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (9/2/2026). Setelah pencarian beberapa hari, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Aparat kepolisian kini masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa, sementara terduga pelaku telah diamankan di Kabupaten Garut.
Merespons peristiwa memilukan itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tak tinggal diam. Ia langsung memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pendidikan Kota Bandung bergerak cepat memberikan perlindungan kepada keluarga korban, sekaligus mencegah munculnya stigma sosial.
“Perundungan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan di Kota Bandung. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Farhan, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menyebut, pihaknya turun langsung menyampaikan duka dan memastikan keluarga korban mendapat pendampingan. Awalnya kunjungan dilakukan ke rumah korban di Bandung.
"Namun karena keluarga berada di Garut usai pemakaman, rombongan melanjutkan takziah ke Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, tepatnya di kediaman nenek dari almarhumah ibu korban," tambahnya.
Dari penuturan keluarga, praktik perundungan disebut sudah dialami korban sejak duduk di bangku sekolah dasar di wilayah Garut. Pelaku yang usianya lebih tua disebut kerap melakukan intimidasi. Demi keselamatan dan masa depan anak, keluarga memutuskan memindahkan korban ke Bandung dengan harapan suasana baru memberi rasa aman.
"Namun harapan itu pupus. Dugaan kekerasan kembali terjadi hingga berujung tragedi. Farhan menilai peristiwa ini menjadi momentum introspeksi total bagi seluruh satuan pendidikan.
Ia meminta sekolah memperkuat sistem deteksi dini, membuka kanal pengaduan yang benar-benar aman bagi siswa, serta menanamkan pendidikan karakter secara konsisten.
“Kita tidak boleh kecolongan lagi. Setiap anak berhak tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman dan bermartabat,” ujarnya.
Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang siswa SMP Negeri 26 Bandung berinisial Z yang ditemukan meninggal dunia di kawasan eks Kampung Gajah Wonderland, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2/2026). Remaja tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak awal pekan.
Paman korban, Yusuf (27), menuturkan terakhir kali bertemu keponakannya pada Senin malam, 8 Februari 2026. Keesokan paginya, Z masih berangkat ke sekolah seperti biasa. Namun sejak sepulang sekolah hari itu, korban tak lagi memberikan kabar.
“Saya terakhir ketemu malam hari. Besok paginya dia berangkat sekolah seperti biasa. Saya tidak sempat bertemu karena berangkat kerja lebih dulu ke pasar. Tapi setelah pulang sekolah, sudah tidak ada kabar,” ujar Yusuf kepada Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, keluarga sempat tidak menaruh curiga. Z dikenal sebagai anak yang pendiam, sopan, dan tidak pernah terlibat persoalan, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. “Setahu kami tidak ada musuh. Dia anaknya baik, tidak macam-macam dan tidak pernah bikin masalah,” ungkapnya.
"Setelah beberapa hari tak pulang, pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri. Sejumlah lokasi disisir, termasuk mendatangi kerabat hingga ke Garut, tempat keluarga besar korban tinggal," katanya.
Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil sehingga laporan resmi pun dilayangkan ke pihak kepolisian. Kabar pilu itu akhirnya datang saat keluarga menerima informasi adanya penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah.
"Setelah mencocokkan ciri-ciri pakaian yang dikenakan, pihak keluarga memastikan bahwa korban adalah Z. “Kami memastikan dari pakaian yang dipakai saat ditemukan di lokasi,” katanya dengan suara bergetar," tandasnya. (Rustandi)





Posting Komentar