Pasar Cijerah Cerah Resmi Beroperasi, 350 Kios Siap Dongkrak Kenyamanan Belanja Warga
Bandung, Suara Pakat.Com- Menjelang Ramadhan 2026, wajah baru Pasar Cijerah tampil lebih segar dan tertata. Konsep semi modern yang diusung membuat pasar rakyat ini tak lagi identik dengan kesan kumuh dan semrawut.
Dua lantai bangunan dengan sekitar 350 kios kini siap menampung aktivitas pedagang dan pembeli dengan suasana yang lebih nyaman. Pasar Cijerah Cerah resmi beroperasi, Minggu (15/2/2026).
Dirut Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana mengatakan, percepatan revitalisasi menjadi kabar baik bagi para pedagang yang sudah lama menanti kepastian. Target pembangunan satu tahun, kata dia, justru rampung dalam waktu sekitar delapan bulan.
“Alhamdulillah lebih cepat dari target. Sekarang pedagang sudah bisa kembali berjualan dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pasar Cijerah memiliki kios dengan ukuran variatif yang didominasi komoditas kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, dan bahan pangan lainnya. Fasilitas penunjang pun diperbaiki, mulai dari MCK yang bersih, hingga area parkir yang tersedia di lantai satu dan dua.
Tak hanya itu, pengelolaan sampah di pasar ini diklaim sudah mandiri. Sampah pasar dipisahkan dan tidak lagi bercampur dengan limbah rumah tangga warga sekitar.
"Menurut Aditya, sistem ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pasar yang lebih tertib dan sehat. Usai Pasar Cijerah, Perumda Pasar Juara bersiap melanjutkan revitalisasi pasar lain," katanya.
Dalam waktu dekat, Pasar Ciroyom akan menjadi proyek berikutnya, disusul Pasar Cihaurgeulis yang tengah dipersiapkan. Untuk Pasar Cijerah sendiri, revitalisasi dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga dengan nilai investasi sekitar Rp20 miliar.
"Pola yang digunakan yakni build operate transfer (BOT) atau kerja sama operasi (KSO) dengan masa pengelolaan selama 20 tahun oleh mitra. Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih mengingatkan agar kerja sama dengan pihak ketiga berjalan transparan dan akuntabel," tutur Aditya.
Ia berharap Pasar Cijerah tak mengulang persoalan yang kerap muncul di pasar lain.
"Sejak awal harus dievaluasi betul. Banyak pasar punya kelemahan. Mudah-mudahan di sini tidak terjadi, sehingga bisa menjadi percontohan bagi pasar lain di Kota Bandung,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, Siti Marpuah. Ia berharap Pasar Cijerah Cerah mampu menjadi inspirasi revitalisasi pasar tradisional lainnya.
Kondisi pasar yang bersih dan nyaman diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“ini bisa menjadi inspirasi revitalisasi pasar tradisional lainnya. Kondisi pasar yang bersih dan nyaman diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan PAD,” ucapnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Asep Robin, menilai peresmian Pasar Cijerah menjadi embrio peningkatan layanan Perumda Pasar Juara kepada masyarakat.
“Ini percontohan yang luar biasa. Pasarnya bersih, tertata, dan nyaman. Kalau masyarakat nyaman, daya beli naik, PAD juga ikut terdorong,” tegasnya.
Kabag Perekonomian Setda Kota Bandung, TB Agus Mulyadi menambahkan, revitalisasi Pasar Cijerah sudah mengacu pada standar nasional. Mulai dari fasilitas pelayanan, ruang laktasi, toilet bersih, sistem pengelolaan sampah, hingga lebar lorong pasar yang sesuai ketentuan.
“Mudah-mudahan ini jadi prototipe untuk 37 pasar lainnya di Kota Bandung,” pungkasnya. Di sisi lain, warga Margaasih, Linda, mengaku kerap berbelanja di Pasar Cijerah.
Meski harga beberapa komoditas dinilai sedikit lebih tinggi, ia menilai kualitas barang yang dijual sebanding.
"Sekarang lebih bersih dan rapi. Barangnya juga bagus dan segar. Jadi lebih nyaman belanja di sini,” ujarnya. (Rustandi)





Posting Komentar