PPP Jawa Barat Siap Tempur di Pemilu 2029
Bandung, Suara Pakta.Com- DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik lebih awal. Mereka membidik lonjakan kursi pada Pemilu 2029 dengan target yang ambisius. Ketua DPW PPP Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa agenda yang kini berjalan merupakan tindak lanjut arahan DPP, termasuk sosialisasi hasil Mukernas beberapa waktu lalu, serta penataan tahapan menuju 2029.
Uu menyebut ada tiga alasan utama PPP percaya diri Jawa Barat kembali menjadi lumbung suara. Pertama, rekam jejak elektoral. PPP pernah meraih 11 kursi DPRD Jabar, kemudian 9 kursi, dan saat ini bertahan di 6 kursi.
"Kedua, faktor geografis. Jawa Barat dinilai memiliki akses wilayah yang relatif terjangkau dengan infrastruktur memadai, sehingga konsolidasi dan kampanye bisa dilakukan lebih efektif," kata UU.
Uu melanjutkan, yang ketiga, faktor sosiologis. Mayoritas masyarakat Jawa Barat yang religius dan berakar pada kultur Sunda dianggap selaras dengan platform PPP sebagai partai Islam," tambahnya.
"Dengan demikian, PPP Jabar memiliki modal yang kuat untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD provinsi," terang UU.
PPP Jabar membidik dua kali lipat kursi DPRD provinsi dari raihan saat ini. "Sekarang enam kursi. Kami targetkan minimal 12 kursi pada pemilu mendatang," tegas Uu.
Untuk mencapai target itu, PPP Jabar akan memperketat rekrutmen dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Estafet kaderisasi menjadi perhatian serius. Uu mengakui selama ini pengkaderan sering berhenti pada penanaman ideologi, sementara tugas teknis kepengurusan belum dipahami detail.
"Ke depan, seluruh pengurus mulai DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi," imbuh UU.
Dengan demikian, PPP Jabar siap tempur di Pemilu 2029. Uu menekankan pentingnya soliditas internal dan kerja keras untuk mencapai target. "Kami harus kerja keras untuk mencapai target kami," ujarnya.
Uu juga menekankan pentingnya kaderisasi. "Pengurus harus paham tupoksi. "Ke depan, seluruh pengurus mulai DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi," ujarnya.
PPP Jabar juga akan memperketat rekrutmen dan berbasis kebutuhan masyarakat. "Kami tidak ingin asal comot calon anggota dewan. Struktur harus kuat dulu, baru bicara target besar," tegas Uu.
"PPP Jabar siap menghadapi tantangan di Pemilu 2029. "Kami membenahi struktur, memperjelas kaderisasi, dan memasang target elektoral yang lebih agresif karena PPP Jawa Barat harus keluar dari zona nyaman,"tutup Uu.
Sekretaris DPW PPP Jabar, Agus Solihin, menambahkan rapat perdana DPW dan DPC digelar setelah terbitnya SK definitif hasil Muswil ke-9. Konsolidasi ini juga menjadi ruang rekonsiliasi pascadinamika internal.
“Perbedaan itu biasa dalam politik. Tapi ke depan, semua harus dirangkul untuk memperkuat partai,” ujar Agus.
Ia tak menampik tantangan cukup berat, terutama setelah PPP di tingkat nasional tak lolos parliamentary threshold. Konsekuensinya, proses verifikasi partai ke depan menjadi pekerjaan serius.
"Karena itu mesin partai harus dipanaskan sejak sekarang. Enam kursi DPRD Jabar adalah modal awal, tapi jelas belum cukup,” katanya.
Dengan struktur yang dibenahi, kaderisasi yang diperjelas, serta target elektoral yang lebih agresif, PPP Jabar mencoba keluar dari zona nyaman. Ujian sesungguhnya bukan pada rapat dan musyawarah, melainkan pada kemampuan menerjemahkan konsolidasi menjadi suara nyata di 2029.
“Kami membenahi struktur, memperjelas kaderisasi, dan memasang target elektoral yang lebih agresif karena PPP Jawa Barat harus keluar dari zona nyaman,” ucap Agus Solihin.
Ujian kami bukan sekadar di rapat atau musyawirus, tetapi bagaimana konsolidasi ini benar-benar bisa diterjemahkan menjadi suara nyata pada Pemilu 2029,” tandasnya.
"Dengan demikian, PPP Jabar siap tempur di Pemilu 2029. Mereka membidik lonjakan kursi dengan target yang ambisius. Apakah mereka bisa mencapai target tersebut? Hanya waktu yang akan menjawab," tandas Agus. (Rustandi)





Posting Komentar