Cimahi Perkuat Pencegahan Gangguan Kesehatan Mental Anak dan Remaja
Kepala UPTD PPA Kota Cimahi, Kusnia Rustiani, mengatakan penguatan ketahanan mental anak harus dilakukan sejak dini. Peran sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam mencegah anak mengalami kerentanan psikologis.
"Data UPTD PPA menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 82 kasus kekerasan terhadap anak dengan pola yang fluktuatif. Puncak kasus terjadi pada Maret sebanyak 17 kasus, disusul Agustus 13 kasus dan Oktober 11 kasus,"terangnya, Selasa (07/04/2026)
Februari menjadi bulan dengan jumlah kasus terendah, yakni dua kasus. Mayoritas kasus didominasi kekerasan terhadap anak (KTA) dan kekerasan terhadap perempuan (KTP), tanpa temuan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Memasuki 2026, hingga Maret tercatat 16 kasus kekerasan. Februari menjadi bulan tertinggi dengan delapan kasus, diikuti Maret lima kasus dan Januari tiga kasus," tutupnya.
Tenaga Ahli Psikolog Klinis UPTD PPA Cimahi, Yukie Agustia Kusmala, menjelaskan pendekatan dilakukan melalui dua jalur utama, yakni penanganan berbasis laporan dan pencegahan. Program pencegahan difokuskan pada usia sekolah dasar melalui sosialisasi sekolah ramah anak dan penguatan kapasitas guru BK.
"Penguatan mental anak menjadi penting agar mereka mampu menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Keluarga memegang peran strategis dalam membentuk kondisi psikologis anak,"ucapnya.
UPTD PPA mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai bagian dari penguatan keluarga.
"Kayak kemarin sempat ramai ayah yang ambil raport, itu salah satunya untuk mendukung nggak cuma pelajar yang sehat di sekolah tapi juga di rumah," ujarnya.
Penanganan kasus dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Tahapan awal dimulai dengan asesmen menyeluruh terhadap anak, lingkungan pertemanan, serta pihak terkait lainnya.
Setelah asesmen, dilakukan sosialisasi lanjutan guna membangun pemahaman bersama, terutama dalam menangani persoalan seperti perundungan di lingkungan sekolah.
Edukasi tersebut menyasar seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa, termasuk pembekalan keterampilan manajemen stres.
"Termasuk misalnya tadi manajemen stres, itu penting banget mereka punya kemampuan untuk bisa mengatasi itu sendiri, menghadapi itu sendiri, dan itu skill," tandasnya.
Dengan demikian, UPTD PPA Cimahi terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah dan menangani gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja.
"UPTD PPA juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung program pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja," tandasnya.(Rustandi)





Posting Komentar