Ngatiyana di Hari Otda ke-30: Kemandirian Fiskal dan Digitalisasi Kunci Cimahi Dukung Indonesia Emas 2045
“Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak dalam satu irama, satu langkah, dan satu tujuan,” tegasnya.
Program strategis nasional tidak akan berhasil tanpa dukungan daerah, dan sebaliknya daerah membutuhkan arah kebijakan nasional yang kuat.
"Dalam konteks itu, Kota Cimahi berkomitmen menjadi bagian aktif mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Selaras dengan itu, penguatan kemandirian fiskal menjadi agenda penting Pemkot Cimahi," tegas Ngatiyana.
Ngatiyana meminta seluruh jajaran terus berinovasi menggali potensi Pendapatan Asli Daerah tanpa memberatkan masyarakat. Kreativitas, efisiensi, dan digitalisasi layanan jadi instrumen utama mengurangi ketergantungan transfer pusat.
Ia menyebut Kota Cimahi terus memperkuat praktik otonomi daerah melalui inovasi birokrasi, pengelolaan anggaran yang adaptif, serta pendekatan kreatif dalam pelayanan publik.
“Kita sadar, keterbatasan fiskal bukanlah penghalang untuk berinovasi,” ujar Ngatiyana. Justru dalam keterbatasan itulah pemerintah dituntut lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih solutif melayani masyarakat.
Digitalisasi perizinan, pajak daerah online, dan integrasi data layanan jadi contoh konkret efisiensi. Seluruh OPD diinstruksikan memangkas prosedur berbelit dan optimalkan aset daerah.
“Otonomi daerah berhasil jika fiskal kuat, pelayanan cepat, dan rakyat sejahtera. Itu jalan kita menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Rustandi)





Posting Komentar