Lurah Sri Astuti Targetkan “Zero Sampah” di Kelurahan Utama, RW 12 dan 15 Prioritas Clean Up
“Saya menunju ke RW 12 dan 15 dan sudah disosialisasikan Pak Kabid DLH tentang hari Senin clean up sampah yang menumpuk. Ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap dan penyakit,” ujar Sri Astuti di lokasi, Senin (15/06/2026)
Lurah Sri Astuti menargetkan Kelurahan Utama bisa mencapai zero sampah, upayanya dimulai dengan sosialisasi ke seluruh RW. Setiap rumah diwajibkan memilah sampah sementara menggunakan 2 kresek beda warna: organik dan anorganik.
“Pemilahan dari rumah tangga kunci utama mengurangi tumpukan di TPS dan TPA,” tegasnya.
Untuk memastikan program berjalan, setiap hari Jumat seluruh pegawai Kelurahan Utama wajib turun langsung ke wilayah. Mulai dari staf hingga lurah akan ikut memantau, mengedukasi warga, dan mengecek hasil pemilahan sampah.
"Sementara itu staf pelayanan tetap siaga di kantor untuk melayani warga yang mengurus administrasi.
Proses Clean Up tumpukan sampah lama di RW 12 dan RW 15 tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manual.
“Clean up harus menggunakan alat berat seperti beko agar lebih cepat dan tuntas. Volume sampah sudah menumpuk dan memadat,” jelas Sri Astuti.
Karena itu Kelurahan Utama melakukan sinergi dan koordinasi dengan PT. Ginatex yang berada di wilayah. Pihak perusahaan bersedia meminjamkan alat berat beko untuk membantu pengangkutan dan pembersihan tumpukan sampah.
“Alhamdulillah PT. Ginatex responsif. Kolaborasi seperti ini yang kita butuhkan,” tambahnya.
Dengan kombinasi pemilahan sampah dari rumah, patroli Jumat bersama jajaran kelurahan, dan bantuan alat berat, Lurah Utama optimis target zero sampah bisa tercapai.
"Ia mengajak seluruh warga RW 12, RW 15, dan wilayah lainnya ikut disiplin membuang dan memilah sampah demi Kelurahan Utama yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah yang menumpuk" tandas Lurah Utama. (Rustandi)






Posting Komentar