PKBM SKB Cimahi Bangkit, Kini Setara Pendidikan Formal
Perubahan itu terlihat jelas di Gebyar Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Pesdiktara 2026. Lembaga kesetaraan kini setara pendidikan formal dan jadi magnet bagi warga yang ingin belajar sambil bekerja.
Antusiasme peserta dari pagi hingga sore jadi bukti stigma negatif ke pendidikan kesetaraan sudah hilang. Wali Kota Cimahi pun mengapresiasi eksistensi PKBM dan SKB yang tetap kokoh.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menilai transformasi ini hasil kerja keras Disdik Cimahi. Koordinasi kuat antar PKBM dan SKB se-Kota Cimahi jadi kunci.
“Dulu kondisinya berbeda. Kami sempat bingung PKBM mau diapakan. Tapi empat tahun terakhir terjadi perubahan besar,” kata Hendra saat ditemui Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Hendra, sekarang tidak ada lagi istilah sekolah formal atau nonformal. Semua jalur pendidikan sudah setara, masyarakat bebas memilih sesuai kebutuhan tanpa rasa minder.
“Inilah yang membuat pemerintah bangga. PKBM tetap diminati meski pesertanya harus bagi waktu antara belajar dan mencari nafkah,” ungkapnya.
Gebyar Pesdiktara 2026 juga membuktikan lahirnya banyak bakat terpendam. Peserta menampilkan karya film pendek, seni tari, musik, vokal, hingga olahraga futsal.
Hendra menegaskan Disdik berkomitmen mendorong potensi itu lewat kegiatan kreatif dan inovatif rutin. Tujuannya agar kemampuan peserta terus terasah dan dikenal publik.
“Jangan sampai mereka merasa tertinggal hanya karena jalur pendidikannya berbeda. Kegiatan penampilan ini puncak pengembangan bakat mereka,” paparnya.
Hendra menyebut dulu hal seperti itu tidak terbayangkan ada di PKBM. Kini justru jadi kebanggaan Cimahi karena kualitas SDM terus meningkat lewat pendidikan kesetaraan.
"Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Hendra memastikan pendidikan kesetaraan tidak akan terhambat. Kunci keberhasilan ada pada semangat kolaborasi lintas sektor," ujar Hendra.
Selain dukungan Pemkot, keterlibatan dunia usaha lewat program CSR juga dibuka luas. Pemkot ingin prestasi anak tidak tergerus keterbatasan dana.
“Selama ada kerja sama dan kesepakatan bersama, kendala anggaran bisa teratasi. Kami tidak akan biarkan semangat mereka padam,” ujarnya.
Hendra menekankan pentingnya keberlanjutan transformasi PKBM dan SKB. Lembaga ini harus terus berkembang agar pendidikan merata dan bermutu.
“Transformasi ini harus berlanjut agar pendidikan di Cimahi benar-benar menjangkau semua lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Rustandi)





Posting Komentar