Yayasan Nur Al-Rahman Jadi Rujukan Internasional, Wawalkot Cimahi Dorong Sekolah Lain Ikuti
Adhitia menyebut, terpilihnya Nur Al-Rahman sebagai lokasi Lesson Study merupakan bukti bahwa sistem pendidikan di Kota Cimahi sudah mendapat pengakuan hingga ke luar negeri. Para kepala sekolah dari Malaysia sengaja datang untuk mempelajari bagaimana sistem pendidikan di yayasan tersebut bisa berjalan berkelanjutan dan terus berimprovisasi.
“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Nur Al-Rahman yang sudah menjadi role model atau percontohan. Sampai-sampai dari jauh, dari Malaysia datang ke Kota Cimahi,” ujar Adhitia.
Adhitia berharap keberhasilan Nur Al-Rahman ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Cimahi. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan sekolah lain juga bisa menjadi percontohan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Kalau ada invitation kenapa tidak. Ini kesempatan. Saya berharap sekolah-sekolah lain di Cimahi juga bisa mengangkat nama kota kita di kancah yang lebih luas,”kata Adhitia.
Dalam kesempatan itu, Adhitia juga menyoroti pentingnya tindak lanjut dari kunjungan ini. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya sebatas kunjungan, melainkan terjalinnya kerjasama yang berdampak nyata.
“Yang paling penting bukan kunjungannya atau kunjungan balasan, tapi ada tindak lanjut kerjasama yang bisa memberikan manfaat, khususnya di bidang pendidikan di Kota Cimahi,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Cimahi mencontohkan sistem pendidikan di Malaysia yang sudah menggabungkan jenjang SMP selama 5 tahun. Model integrasi seperti itu dinilai bisa menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan di Cimahi agar lebih efektif dan terarah.
Lebih jauh, Adhitia menekankan bahwa agar pendidikan bisa berkelanjutan maka harus ada semangat untuk terus improve dan berimprovisasi. Ia mencontohkan improvisasi yang dilakukan Nur Al-Rahman dengan mengajarkan anak berenang, memanah, dan berkuda sesuai sunnah Rasul.
“Kegiatan seperti itu melatih motorik, sensorik, konsentrasi, dan fisik anak. Nilai positifnya banyak. Saya sendiri umur 35 tahun belum bisa berenang karena dulu pendidikannya kurang improvisasi. Padahal improvisasi itu penting agar pendidikan kita sustain,” jelasnya.
Adhitia meminta Dinas Pendidikan Kota Cimahi untuk terus meramu metode pengajaran yang tidak kaku dan tidak hanya mengejar target kurikulum. Ia meyakini kemajuan Cimahi ke depan hanya bisa dicapai melalui _social engineering_ berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak punya sumber daya alam yang banyak. Yang kita punya adalah SDM. Harapan kita, Cimahi maju karena social engineering-nya berupa sumber daya manusia yang baik,” pungkas Adhitia.
Ketua Yayasan Nur Al-Rahman, Aji Rahman Baskoro, mengaku senang yayasannya mendapat kunjungan dari para Kepala Sekolah asal Malaysia. Menurutnya, penunjukan ini bukan atas permintaan, melainkan karena pihak Malaysia ingin melihat dan berbagi praktik baik pendidikan yang diterapkan di yayasan tersebut.
“Kami open saja. Kami coba membuka apa yang sudah kami lakukan. Dari situ nanti pihak mereka bisa melihat, mengamati, menilai, dan memberi masukan,” ujar Aji.
Aji berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin kegiatan ini menjadi awal terjalinnya kerjasama dan networking yang lebih panjang antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Malaysia, khususnya di Kota Cimahi.
Terkait rencana kerjasama konkret, Aji menyebut belum ada pembahasan spesifik. Namun ia mendorong agar para kepala sekolah dari kedua negara bisa berdiskusi lebih lanjut untuk menindaklanjuti kunjungan ini.
“Dulu kami juga pernah belajar ke Malaysia. Itu banyak manfaatnya. Ini keuntungan bagi kedua belah pihak,” katanya.
Terkait alasan Nur Al-Rahman terpilih, Aji menyebut keistimewaan yayasannya ada pada penguatan nilai agama dan karakter.
"Selain akademik, siswa juga dibina menjadi pemimpin Qur’ani yang mampu berbicara dengan baik, mengatur diri sendiri, dan memimpin orang lain di jenjang yang lebih tinggi," pungkas Aji. (Rustandi)









Posting Komentar