Apel Siaga Satu Kapolres Cimahi Perintahkan Personel Standby dan Siap Digeser
Kapolres menegaskan, meskipun situasi di wilayah hukum Polres Cimahi relatif kondusif dan tidak terdapat penyampaian aspirasi dalam skala besar, personel harus tetap berada dalam kondisi siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.
“Rekan-rekan harus selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk dikumpulkan maupun digeser untuk membackup wilayah lain. Saya minta mindset-nya dirubah,” tegas AKBP Moh. Faruk Rozi, Jum'at, (28/08/2026)
Menuru AKBP Moh. Faruk Rozi, kesiapsiagaan bukan hanya ditujukan untuk menjaga situasi di wilayah hukum Polres Cimahi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap satuan kewilayahan lain yang membutuhkan dukungan personel.
Kapolres meminta seluruh jajaran tidak menganggap kondisi Cimahi yang kondusif sebagai alasan untuk menurunkan tingkat kewaspadaan. Setiap personel harus mampu merespons dengan cepat apabila sewaktu-waktu diperintahkan berkumpul maupun digeser untuk membantu pengamanan di wilayah lain.
“Walaupun di wilayah hukum Polres Cimahi tidak ada penyampaian aspirasi, sebagai bentuk kepedulian kita kepada institusi dan satuan-satuan lain, saya minta teman-teman harus standby, siap dan cepat apabila diminta berkumpul,” ujarnya.
Khusus kepada satuan intelijen, Kapolres memerintahkan agar meningkatkan monitoring terhadap setiap perkembangan situasi, termasuk informasi yang berkaitan dengan potensi mobilisasi massa maupun kelompok yang berpotensi melakukan tindakan anarkis.
“Untuk satuan intelijen, tolong buka mata dan telinga lebar-lebar. Silakan dimonitor setiap perkembangan yang terjadi,” tegas AKBP Moh. Faruk Rozi.
Kapolres juga menyinggung perkembangan situasi di Jakarta setelah aksi demonstrasi kelompok masyarakat asal Pati dibubarkan. Berdasarkan informasi yang beredar, situasi sempat kembali memanas menjelang subuh dengan munculnya kelompok massa yang diduga hendak melakukan aksi lanjutan di sekitar kawasan Gedung DPR RI.
"Ia menegaskan, dinamika tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan situasi dapat berubah dengan cepat dan berada di luar prediksi berdasarkan pemberitahuan aksi yang sebelumnya disampaikan," kata Kapolres.
Dalam aksi sebelumnya, kelompok masyarakat Pati yang tergabung dalam AMPB disebut telah menyelesaikan kegiatan sekitar pukul 14.00 WIB setelah bertemu pimpinan DPR. Setelah adanya kesepakatan terkait RUU Perampasan Aset, massa kemudian membubarkan diri.
"Namun, setelah kelompok pertama meninggalkan lokasi, muncul kelompok berikutnya yang berdasarkan informasi terdiri dari gabungan elemen masyarakat. Situasi kemudian berkembang hingga aparat melakukan tindakan pengamanan dan pengendalian massa," ucap Kapolres.
Bahkan, hingga sekitar pukul 23.12 WIB, massa masih berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya didorong mundur. Menjelang subuh, kelompok massa kembali muncul dengan dugaan tujuan melakukan pemblokiran sejumlah akses transportasi, termasuk jalan tol dan jalur TransJakarta.
“Artinya kejadian tadi malam itu di luar prediksi. Kita belum tahu hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya. Mudah-mudahan kelompok anarko, pelajar ataupun anak-anak yang diamankan tidak berasal dari wilayah Jawa Barat atau wilayah Cimahi,” tegasnya.
Arahan tersebut menjadi penekanan bagi seluruh jajaran Polres Cimahi agar tetap berada dalam kondisi Siaga satu memperkuat deteksi dini, serta memastikan setiap personel dapat bergerak cepat apabila situasi keamanan membutuhkan dukungan kekuatan tambahan. (Rustandi)








Posting Komentar