Cimahi Kejar Imunisasi, 93 Persen Jadi Target Kekebalan Kelompok
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Mulyati saat memberikan laporan dalam pembukaan PENARI di Aula Kecamatan Cimahi Utara yang dibuka Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Rabu (12/8/2026).
Dr. Mulyati mengatakan kegiatan PENARI penting dilakukan bersama-sama karena masih tingginya angka zerodus imunisasi atau anak yang belum pernah mendapat imunisasi. Selain itu, terdapat peningkatan kejadian luar biasa (KLB) atas PD3I atau penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
“Di beberapa daerah lain di Provinsi Jawa Barat, Alhamdulillah untuk Kota Cimahi sampai saat ini berkat sinergi semua pihak belum ada kejadian KLB dan mudah-mudahan tidak pernah ada,” ujar dr. Mulyati.
Menurutnya, apabila sampai terjadi KLB tentu cukup sangat merepotkan bagi semua pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menyukseskan kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah.
Target yang ingin dicapai, kata dr. Mulyati, seluruh kelurahan di Kota Cimahi sudah masuk dalam kekebalan kelompok dengan cakupan 93 persen. Artinya, 13 atau 14 kelurahan harus sudah mencapai kekebalan kelompok.
Selain mengejar cakupan imunisasi, kegiatan PENARI juga bertujuan meningkatkan derajat kesehatan anak serta menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian anak akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Kegiatan PENARI dilaksanakan di seluruh pos-pos imunisasi, termasuk Posyandu, Puskesmas, klinik dan tempat mandiri bidan. Seluruh pos tersebut dapat melaksanakan kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi.
Dr. Mulyati juga menyampaikan bahwa Puskesmas pada bulan Agustus melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah di seluruh sekolah yang ada di Kota Cimahi, mulai dari SD, MI hingga MTs.
Untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan juga mengharapkan dukungan dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, para camat, lurah dan seluruh stakeholder terkait agar pelaksanaan PENARI dan BIAS berjalan maksimal.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan terima kasih kepada para kepala Puskesmas yang telah berjuang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan, termasuk dalam melayani balita.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para kepala Puskesmas yang telah berjuang untuk masyarakat semuanya di bidang kesehatan, termasuk melayani baik untuk balita,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana juga berharap ke depan pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi dapat dikembangkan hingga sore dan malam hari sampai satu kali 24 jam. Menurutnya, pelayanan tersebut akan membuat masyarakat semakin bahagia karena memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih luas.
Di sisi lain, salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit yang dinilai sangat efektif adalah melalui pemberian imunisasi. Program tersebut bertujuan menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang diakibatkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Cakupan program imunisasi Kota Cimahi sampai dengan Juni 2026 masih menunjukkan adanya sasaran yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Tercatat 168 bayi belum mendapat imunisasi dasar lengkap, 493 baduta belum mendapatkan imunisasi baduta lengkap, 127 bayi belum mendapatkan antigen baru dan 1.012 ibu hamil belum melengkapi status vaksinasi.
"Berdasarkan data tersebut, masih terdapat anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap. Ada yang belum mendapatkan vaksin dasar, terlambat mendapatkan vaksin lanjutan, hingga imunisasinya terputus di tengah jalan," kata Ngatiyana.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pada Rabu (12/8/2026) dilaksanakan Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi yang berpusat di Kecamatan Cimahi Utara dengan memberikan layanan imunisasi kejar kepada anak usia 0–59 bulan di wilayah Kelurahan Cibabat.
Pada program BIAS tahap 1 yang berlangsung pada Agustus, anak kelas 1 mendapat imunisasi campak rubela, anak perempuan kelas 5 mendapat vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, sedangkan anak perempuan kelas 6 dan 9 mendapat imunisasi kejar HPV.
Ngatiyana berharap cakupan program imunisasi rutin lengkap di Kota Cimahi dapat semakin tinggi dan merata serta mampu menjaga masyarakat terbebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Ia mengajak lintas sektor, unsur terkait dan seluruh masyarakat ikut menyukseskannya, termasuk membantu penyebaran informasi dan memobilisasi sasaran menuju pos layanan imunisasi.
“Bagi para kader, pengurus RT/RW, PKK, dan tokoh masyarakat, mari kita saling mengingatkan dan mendampingi warga. Pastikan tidak ada satu pun balita di lingkungan kita yang terlewatkan dari perlindungan imunisasi,” tegas Ngatiyana.
Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, lintas sektor dan masyarakat, Gerakan PENARI dan BIAS diharapkan mampu melengkapi imunisasi anak-anak sekaligus menjadi benteng perlindungan untuk mewujudkan generasi Cimahi yang sehat, cerdas dan sejahtera. (Rustandi?









Posting Komentar