HAN ke-42 di Cimahi: Ngatiyana Tekankan Perlindungan Anak dan Dorong Generasi Muda Berani Memimpin
Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana menegaskan, Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat sekaligus komitmen bersama untuk memastikan seluruh hak anak terpenuhi, mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, hingga memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Sayang anak, lindungi dan bangun masa depan,” menjadi tema HAN 2026 yang menurut Ngatiyana memiliki pesan penting. Setiap anak, kata dia, merupakan pribadi berharga yang harus dihormati, diberi kesempatan berkembang, serta didengar pendapatnya tanpa melihat latar belakang maupun kondisi sosial.
Ngatiyana juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak Cimahi agar tidak pernah merasa kecil atau tidak memiliki peran. Anak-anak memiliki hak untuk bermimpi, berprestasi, mendapatkan pendidikan yang baik, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Menurutnya, tanggung jawab perlindungan anak bukan hanya berada di pundak pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat dan seluruh lingkungan tempat tinggal harus bergerak bersama menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk berbicara dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
“Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegas Ngatiyana dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menyebut HAN 2026 mengangkat tema “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga” atau “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan.”
"Ia mengajak anak-anak Cimahi menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan nyata, mulai dari membuang dan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah," ajak Ngatiyana.
Sorotan lainnya tertuju pada pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028. Ngatiyana menyampaikan apresiasi karena kepemimpinan forum tersebut lahir dari kalangan pelajar SMA Negeri di Kota Cimahi. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa anak muda mampu belajar memimpin, berorganisasi, bertanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Wali Kota pun berpesan kepada ketua dan seluruh pengurus Forum Anak Jati Mandiri agar tidak merasa kecil hanya karena masih muda. Justru, usia muda dinilai menjadi modal penting karena memiliki energi, kreativitas dan keberanian untuk menghadirkan gagasan baru.
“Keberanian bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di depan. Kepemimpinan adalah tentang mau mendengar, mau melayani, mau bekerja sama dan berani bertanggung jawab,” pesannya.
Ngatiyana juga mengingatkan anak-anak agar tidak diam ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan, perundungan maupun diskriminasi. Ia mendorong mereka untuk berani melapor kepada orang tua, guru pendamping, maupun menggunakan layanan perlindungan SAPA 129 ketika membutuhkan bantuan.
“Berani melaporkan bukan berarti lemah. Berani meminta pertolongan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Ngatiyana mengajak para orang tua dan guru terus memberikan edukasi, kasih sayang serta keteladanan.
"Ia berharap peringatan HAN ke-42 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan bersama untuk melahirkan anak-anak Cimahi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, peduli lingkungan dan siap menjadi generasi penerus bangsa," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar