Kampung Mural Karangsari Padalarang Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lukisan Gotong Royong
Berbagai sudut kampung disulap jadi karya seni. Mulai dari tembok rumah warga, pagar, tiang lampu, hingga saluran drainase kini dipenuhi lukisan mural. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari nasionalisme, potret tokoh-tokoh bangsa, kearifan lokal budaya Sunda, hingga ikon kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung.
Nuansa kemerdekaan terasa sejak di pintu masuk. Sebuah gapura anyaman bambu berdiri kokoh dengan logo resmi HUT RI ke-81 bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Gapura ini menyambut setiap warga dan tamu yang melintas dengan semangat kebangsaan dan kearifan daerah yang menyatu.
Tradisi menghias kampung dengan mural sebenarnya bukan hal baru di Karangsari. Sejak tahun 2019, warga bersama para pemuda sudah rutin bergotong royong. Tujuannya jelas, mengubah citra kawasan yang dulu padat, sempit dan terkesan kumuh menjadi lingkungan yang bersih, rapi, dan enak dipandang.
Yang menarik, hampir seluruh proses pengecatan dilakukan secara swadaya. Tenaga kerja berasal dari warga sendiri. Sementara untuk biaya cat dan perlengkapan lainnya didapat dari iuran warga ditambah bantuan para donatur yang peduli dengan kampung ini.
Tahun ini persiapannya terbilang mendesak. "Kali ini kami hanya memperbarui bagian yang pudar dan menambah beberapa gambar baru. Total ada sekitar 30 kilogram cat dengan nilai lebih dari Rp2 juta. Semuanya murni dana swadaya masyarakat," ungkap Ketua RW04, Yudi Hendrawan, Kamis (6/8/2026).
Meski dilakukan setiap tahun dan terkendala anggaran, semangat warga tidak pernah surut. Justru antusiasme mereka semakin tinggi. Bagi warga, kegiatan ini bukan hanya soal mempercantik, tapi juga menjaga kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung.
"Yudi berharap ke depan Kampung Karangsari bisa berkembang menjadi kampung tematik. Dengan mural-mural yang unik, ia optimis kampungnya bisa dikenal lebih luas dan bahkan menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat luar," harapnya.
Namun tujuan utama tetap sederhana. "Tujuan paling pokok dari aksi ini agar warga bisa merasa nyaman, bangga, dan memiliki lingkungan yang layak untuk dihuni," tuturnya.
Di tengah kemeriahan menyambut kemerdekaan, kampung mural ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar masyarakat. Melalui kerja bersama, lingkungan yang berbudaya dan berkelanjutan bisa terus diwujudkan.
"Di antara deretan mural tokoh nasional dan simbol budaya Sunda, lukisan Persib Bandung 1933 justru paling mencuri perhatian. Gambar itu menjadi magnet bagi warga hingga pengendara yang lewat. Banyak yang tak segan berhenti sejenak untuk berswafoto,' tuturnya.
Salsabila, salah satu pengunjung yang penasaran setelah melihat unggahan di media sosial, mengaku kagum. Menurutnya Persib bukan sekadar tim sepak bola. "Persib itu simbol identitas, harga diri, dan ikatan emosional masyarakat Jawa Barat," katanya.
"Ia juga menyoroti mural lain yang tak kalah menarik. "Ada juga gambar macan berpadu simbol kujang putih. Sempat disangka lambang klub sepak bola lain, padahal ini murni karya seni yang mengangkat kekayaan budaya tanah Pasundan," pungkas Salsabil. (**)





Posting Komentar