453 Karateka Ramaikan Walikota Cup 2026, Ketua DPRD Cimahi Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, yang hadir dalam pembukaan kejuaraan, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Menurutnya, jumlah karateka yang mengikuti turnamen ini menunjukkan bahwa olahraga karate masih mendapat tempat di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Wahyu menilai, keikutsertaan ratusan atlet tersebut juga mencerminkan peran organisasi karate dan dojo dalam mendorong perkembangan olahraga bela diri di Kota Cimahi.
“Luar biasa, pesertanya ada 453 orang. Ini membuktikan bahwa FORKI, kegiatan turnamen atau pertandingan ini benar-benar diminati oleh pelaku karate maupun dojo yang ada di Kota Cimahi dan sekitarnya,” ujar Wahyu.
Ia berharap tingginya minat peserta dapat diimbangi dengan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Melalui kompetisi seperti Walikota Cup, para karateka tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga berkesempatan meningkatkan kemampuan teknik, membangun kepercayaan diri, serta mengukur kesiapan menghadapi lawan dari berbagai dojo.
Lebih jauh, kejuaraan ini diharapkan menjadi bagian dari proses penjaringan atlet potensial yang dapat diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kota Cimahi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
“Harapannya nanti akan tumbuh dan muncul bibit-bibit atlet karate yang hebat, yang bisa membawa harum nama Kota Cimahi, untuk persiapan Porprov Jawa Barat dan juga tentunya ke depannya,” katanya.
Wahyu menegaskan, lahirnya atlet berprestasi membutuhkan proses panjang. Karena itu, kesempatan berkompetisi perlu terus diperluas agar kemampuan atlet dapat berkembang melalui pengalaman dan evaluasi yang berkelanjutan.
Ia juga menyatakan DPRD Kota Cimahi terbuka untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan olahraga yang berdampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kemajuan olahraga daerah akan lebih mudah dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama.
“Insyaallah ke depan, kita siap berkomunikasi, siap bersinergi, dan siap berharmonisasi dengan kegiatan-kegiatan semacam ini. Tadi anak-anak muda semuanya keren,” tegasnya.
Dalam upaya meningkatkan prestasi atlet, Wahyu menyebut kolaborasi antara Pemerintah Kota Cimahi, DPRD, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), serta unsur pembinaan lainnya menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Setiap pihak diharapkan menjalankan perannya agar pembinaan atlet berlangsung secara terencana dan tidak terputus.
“Pastikan, karena memang semuanya harus melakukan kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, dan juga KONI. Sinergi semuanya,” pungkasnya.
Partisipasi 453 karateka dalam Walikota Cup 2026 menjadi modal positif bagi perkembangan karate di Kota Cimahi. Namun, besarnya jumlah peserta perlu diikuti program pembinaan yang berkelanjutan, penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang, serta dukungan lintas lembaga.
"Dengan langkah tersebut, potensi yang muncul dari kejuaraan ini diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi nyata, sekaligus memperbesar peluang atlet Kota Cimahi bersaing di tingkat provinsi hingga nasional," tandas Wahyu. (Rustandi)






Posting Komentar