PNM Dorong UMKM Cimahi Perkuat Usaha Lewat PKU 2026
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya PNM untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari peningkatan keterampilan mengelola bisnis hingga pengembangan jejaring pemasaran. Dari seluruh peserta, 200 orang di antaranya merupakan nasabah Mekaar yang seluruhnya perempuan.
Mengusung tema “UMKM Cimahi Mantap, Makin Heppi, Kreatif, Berdaya, dan Naik Kelas”, kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya membangun pelaku usaha yang mampu berkembang, percaya diri, serta mandiri dalam menjalankan bisnisnya.
Pemimpin PNM Cabang Bandung, Danang Setyabudi, menyampaikan bahwa tema tersebut mencerminkan arah pemberdayaan yang ingin dicapai perusahaan bersama para nasabah. Menurutnya, UMKM membutuhkan lebih dari sekadar dukungan pembiayaan untuk dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Ketika para nasabah memiliki kemampuan, percaya diri, dan kemandirian dalam mengelola usahanya, UMKM akan tumbuh semakin kuat, tangguh, dan mampu menjadi penggerak perekonomian di Kota Cimahi,” kata Danang dalam sambutannya.
Ia menerangkan, PNM telah berdiri sejak 1999 dengan misi memperluas akses layanan keuangan bagi pengusaha mikro dan ultramikro. Dalam menjalankan misinya, perusahaan memiliki dua program utama. Mekaar diperuntukkan bagi pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pembiayaan kelompok perempuan, sedangkan ULaMM memberikan layanan modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil, baik perorangan maupun badan usaha.
"Untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah, PNM saat ini memiliki 58 kantor cabang dan 4.619 unit layanan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Operasional pemberdayaan tersebut didukung 64.947 account officer (AO) atau tenaga pendamping, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan perempuan. Sementara itu, seluruh AO pendamping PNM di wilayah Bandung disebut berasal dari kalangan perempuan," tegas Danang.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, Danang menyebut PNM telah memiliki 12,8 juta nasabah aktif. Selama lima tahun terakhir, perusahaan juga telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 22 juta pengusaha mikro dan ultramikro, dengan total nilai kumulatif mencapai Rp346 triliun.
Meski demikian, pendekatan PNM tidak terbatas pada pemberian modal. Perusahaan menerapkan tiga pilar pemberdayaan yang mencakup modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Ketiga aspek tersebut dijalankan melalui pembiayaan, pelatihan, serta pendampingan agar nasabah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
"Hingga 2026, PNM tercatat telah memberikan program pemberdayaan dan pelatihan kepada 8,5 juta nasabah di berbagai wilayah Indonesia," ujar Danang.
Khusus di Kota Cimahi, kegiatan pendampingan dilakukan melalui lima unit Mekaar dan satu unit ULaMM. Kedua program tersebut melayani sekitar 20.500 nasabah dengan dukungan kurang lebih 100 tenaga AO. Adapun nilai outstanding atau pembiayaan yang masih berjalan di wilayah Cimahi tercatat sekitar Rp80 miliar.
Berbagai kegiatan pengembangan usaha juga telah dilaksanakan PNM sepanjang 2026. Pada triwulan pertama, perusahaan mengadakan pelatihan reguler Mekaar bertajuk Membina dan Memberdaya di sejumlah kecamatan di Kota Cimahi.
Selain pelatihan rutin, nasabah mendapatkan pembekalan mengenai digitalisasi usaha, terutama dalam penggunaan kanal digital untuk memasarkan produk. PNM juga memberikan pembinaan terkait legalitas atau perizinan usaha, teknik pengemasan, serta pengembangan merek produk keripik agar lebih kompetitif di pasaran.
Upaya memperluas akses pemasaran turut dilakukan melalui penyelenggaraan bazar Ramadan di Kelurahan Padasuka. PNM juga memfasilitasi pertemuan komunitas bisnis yang memungkinkan para nasabah bertukar pengalaman, memperkuat hubungan antarpelaku usaha, dan memperluas jaringan kemitraan.
Melalui forum tersebut, nasabah diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga dapat membangun koneksi bisnis yang mendukung pertumbuhan usahanya.
Danang menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dari komitmen PNM dalam mendukung perkembangan usaha mikro dan ultramikro, termasuk di Cimahi. Dengan peningkatan keterampilan dan akses terhadap berbagai peluang usaha, nasabah diharapkan semakin mampu mengelola bisnis secara mandiri serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
"Pelaksanaan PKU Akbar 2026 pun menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di Kota Cimahi. Pengembangan kemampuan pelaku usaha, penerapan pemasaran digital, dan perluasan jaringan bisnis diharapkan dapat berjalan beriringan dengan dukungan pembiayaan sehingga semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan naik kelas," tandas Danang. (Rustandi)









Posting Komentar