Bandung Barat : Mutiara Wisata yang Masih Tidur, Menanti Sentuhan Serius
Ironisnya, pesona perawan itu belum mampu memanggil gelombang wisatawan seperti yang seharusnya. Infrastruktur yang tertinggal dan gaung promosi yang lemah membuat potensi besar tersebut seolah tertidur di tengah rimbunnya hutan dan derasnya air terjun.
Suryadi, Ketua Forum Pokdarwis KBB, menuturkan jalur menuju ikon wisata seperti Curug Malela sebenarnya dipenuhi “permata tersembunyi”. Air terjun kecil yang jernih, lembah berkabut, hingga hamparan sawah terasering bisa dirangkai menjadi rute singgah yang membuat pelancong betah berlama-lama.
"Baginya, tiga kekuatan utama kawasan selatan sulit ditandingi: air yang masih bening tanpa limbah, lanskap yang utuh tanpa polesan berlebih, dan warga yang semangatnya membara membangun pariwisata. “Energi masyarakatnya jauh lebih menyala dibanding kawasan lain,” tegas Suryadi, Kamis 9 Juli 2026.
Buktinya, sudah 33 Pokdarwis berdiri dan bergerak di pelosok selatan KBB. Sayang, angka kunjungan belum berbanding lurus. Kamar-kamar homestay warga kerap kosong, padahal keramahan tuan rumah dan suasana desa siap menyambut siapa saja.
"Kekayaan wilayah ini tidak berhenti di bentang alam. Napas budaya Sunda, jejak wisata religi, hingga komoditas unggulan seperti kopi Sindangkerta, gula semut, wajit Cililin, anyaman bambu, dan hasil ternak rakyat menunggu panggung yang lebih luas untuk dikenalkan," ucapnya.
Suryadi bahkan berani menyandingkan kesejukan KBB selatan dengan Pangalengan. “Kalau soal sejuk dan elok, selatan KBB bisa unggul. Masalahnya cuma di akses jalan yang belum mulus dan promosi yang belum menyentuh hati pasar,” ujarnya.
"Ia mengusulkan formula terpadu: gabungkan wisata edukasi, petualangan, dan budaya dalam satu paket perjalanan. Libatkan homestay warga sebagai jantung pengalaman, sehingga rupiah wisata langsung mengalir ke dapur-dapur masyarakat desa,"katanya.
Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci. Suryadi mendesak pembenahan jalan penghubung, pembuatan kalender event, kurasi paket wisata lintas desa, serta pendampingan UMKM agar produk lokal naik kelas dan layak jual ke wisatawan.
“Potensi di selatan itu melimpah. Tinggal kita sinergikan. Kalau dikelola benar, ini bukan hanya soal pemasukan warga, tapi juga PAD KBB yang naik signifikan,” pungkasnya. Mutiara itu ada, tinggal bagaimana kita memolesnya agar bersinar. (Rustandi)





Posting Komentar