Baru 1 RW di Cibeber Dilaporkan Krisis Air! BPBD Cimahi: Ini Bukan Kekeringan Total
Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyebut laporan pertama datang dari RW 8 Kelurahan Cibeber pada pertengahan Juni lalu. Sejak itu belum ada tambahan laporan resmi dari wilayah lain yang masuk ke meja BPBD.
Fithriandy menegaskan kondisi saat ini belum masuk kategori kekeringan total. Yang terjadi adalah berkurangnya pasokan air bersih untuk kebutuhan paling dasar masyarakat, terutama mandi dan memasak.
“Yang perlu digarisbawahi adalah kerawanan air bersih untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak, sementara untuk kebutuhan lain seperti mencuci masih relatif tersedia,” kata Fithriandy, Jumat 10 Juli 2026.
Sebelum status siaga kekeringan ditetapkan, penanganan awal di Cibeber sudah dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Langkah cepat itu diambil agar aktivitas warga tidak lumpuh dan dampak kemarau bisa ditekan sejak dini.
“Laporan yang kami terima merupakan kerawanan air bersih dan hingga kini baru berasal dari RW 8 Kelurahan Cibeber,” ujarnya.
Dibanding musim kemarau 2024, situasi tahun ini jauh lebih terkendali. Dua tahun lalu, hampir semua kelurahan di Cimahi melaporkan kerawanan air bersih.
"Saat ini BPBD tetap siaga penuh, memantau seluruh wilayah lewat koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan RT/RW agar laporan baru bisa langsung ditangani," tandas Fithriandy. (Rustandi)





Posting Komentar