Polres Majalengka Perluas Distribusi Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Pada Rabu (7/10/2026), pendistribusian air bersih dilakukan di 28 titik yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.S. mengatakan, penyaluran tersebut merupakan bagian dari kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan.
"Menurutnya, bantuan tidak hanya diberikan pada satu lokasi, tetapi menyasar sejumlah permukiman warga yang membutuhkan pasokan air bersih. Sebanyak 28 titik di lima kecamatan akan disalurkan langsung air bersih ke permukiman warga,” kata Aldy.
Air bersih diangkut dan didistribusikan langsung ke kawasan permukiman sehingga warga tidak perlu mencari sumber air ke lokasi yang jauh. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan rumah tangga.
"Aldy menyebutkan, penyaluran air bersih oleh jajaran Polres Majalengka terus dilakukan di berbagai wilayah yang mengalami kekeringan.
Secara akumulatif, bantuan air bersih yang telah disalurkan Polres Majalengka mencapai 94 titik yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Majalengka.
“Total sudah ada 94 titik penyaluran air bersih yang kami distribusikan kepada masyarakat Majalengka,” ungkapnya.
Penyaluran tersebut menjadi salah satu bentuk respons kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, distribusi langsung ke permukiman juga diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus mendapatkan air dari sumber yang lebih jauh.
Kapolres memastikan kegiatan sosial tersebut akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan air bersih.
“Kami akan konsisten terus menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang kekurangan air bersih. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat Majalengka,” tuturnya.
Polres Majalengka bersama pemerintah daerah pun akan terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan prioritas distribusi air bersih.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi kembali normal dan pasokan air tersedia secara memadai. (**)




Posting Komentar