UPTD PPA Cimahi Pastikan Korban Kekerasan Tak Kehilangan Masa Depan, Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
Kepala Bidang UPT PPA DP3P2KB Kota Cimahi, Nia Kurnia menjelaskan, trauma pada anak tidak dapat diselesaikan dalam satu atau dua kali pertemuan. Karena itu pihaknya melakukan asesmen psikologis dan pendampingan berkelanjutan, termasuk rujukan ke psikiater jika dibutuhkan.
Proses pemulihan tidak hanya di ruang konseling. Orang tua dan sekolah dirangkul untuk membangun kembali rasa percaya diri anak agar mendapatkan perlindungan penuh tanpa stigma.
"Kami merangkul pihak sekolah dan orang tua agar anak mendapatkan perlindungan penuh di rumah maupun di kelas tanpa stigma," ujar Nia.
Satu hal yang menjadi perhatian adalah memastikan anak tidak kehilangan hak pendidikannya. UPTD PPA berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah agar pendidikan korban tetap berlanjut, bahkan dengan penyesuaian jika kondisi psikologis belum memungkinkan.
"Jangan sampai kekerasan yang dialami membuat pendidikan dan kepercayaan dirinya hilang. Anak harus tetap memiliki masa depan," tegas Nia.
Menurutnya, pemulihan juga membutuhkan lingkungan sosial yang menerima korban, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, hingga komunitas keagamaan seperti remaja masjid, gereja dan majelis taklim yang bisa menjadi ruang dukungan tanpa menghakimi. (Rustandi)




Posting Komentar